Meskipun Terkadang Ngeselin, Tapi Kamu Tetap Sahabat Sejatiku

Sahabat adalah level satu tingkat di atas teman. Tidak semua teman yang kamu kenal akan menjadi sahabat. Hanya teman-teman yang saling mengerti dan bisa berkompromi saja yang mungkin akan menjadi sahabatmu. Temen bisa punya banyak, tapi sahabat mungkin hanya ada satu di dunia ini.

Sahabat selalu meluangkan waktu di saat sahabat lainnya susah maupun senang. Sahabat adalah orang yang paling mengerti sifat dan karaktermu setelah orang tua. Bahkan terkadang persahabatan yang terjalin sangat erat bisa membuat air mata jatuh apabila sahabatmu dalam keadaan susah.

Semua yang kamu rasakan tentang sahabatmu sebenarnya itu pula yang sahabatmu rasakan tentang kamu. Sahabat sejati tidak pernah membicarakan kamu di luar pengetahuan kamu. Sahabat sejati adalah orang yang berusaha keras menjaga perasaanmu karena dia begitu menghargai pribadimu. Seusil-usilnya sahabatmu dia akan tetap tau keusilan apa yang pantas dia perlakukan terhadapmu, seberapa ngeselinnya sahabatmu dia akan mengerti batasan perasaanmu. Maka di mana pun sahabat sejatimu kini berada, sudah sepantasnya kamu manyampaikan hal ini padanya:

1. Sampai saat ini aku masih tetap nyaman menyampaikan keluh kesahku padamu…

Tempat curhat dan tempat menampung unek-unek bisa kamu temukan dalam diri sahabat, apalagi bagi kalian yang sudah bersahabat sejak sekolah hingga jadi orang tua. Tak terhitung berapa pengalaman suka duka yang pernah terjadi. Semua itu pernah kalian lalui dan seiring waktu berjalan, sahabat tetap akan selalu memiliki tempat di dalam hatimu.

2. Kepercayaanmu padaku selalu berbanding lurus dengan sikapmu….

Entah apa yang membuat rasa percaya bisa saling melekat di antara kita. Namun perkataanmu selalu tepat dengan apa yang kamu lakukan.

A : “Besok lusa orang tuaku datang dari Bali, bisa bantu aku cariin hotel gak??”
B : “Oh ya orang tuamu akan datang, OK besok jam berapa??
A : Sehabis kuliah aja, bagaimana kalau jam 3 siang ??
B : Baiklah, sampai ketemu di kampus besok..

Berbagai bantuan saling kita lakukan, aku dan kamu selalu tolong menolong. Mungkin itu pula yang membuat aku sangat sedih ketika mendengarmu pindah ke luar kota.

3. Karena sering bermain di rumah masing-masing, terkadang baju dan celana kita menjadi milik bersama….

Jika hari libur tiba pasti aku sempatkan diri untuk bermain dirumahmu. Awalnya gak ada rencana untuk menginap, namun karena waktu terasa begitu cepat dan sudah larut malam akhirnya aku menginap di rumahmu. Alhasil baju yang aku kenakan dari pagi tentu kurang wangi jika dikenakan ketika tidur. Bajumu pun kamu tawarkan untuk aku pakai, dan semua berjalan seperti seharusnya.

Hingga saat ini bajumu masih ada di almariku, aku tidak lupa mengembalikan dan kamu tidak terpikir untuk hal itu.


4. Berbagai tempat yang pernah kita kunjungi, masih membekas dalam memoriku…

Tidak jarang kita juga pernah bermain di tempat-tempat wisata atau pun tempat-tempat keramaian lainnya. Berbagai kenangan dan moment berharga tersebut, sampai saat ini selalu aku ingat dan terkadang bisa kuceritakan dengan orang lain.

Tempat-tempat tersebut menjadi saksi persahabatan kita. Jika ada waktu luang, mungkin rencana untuk mengulangi moment tersebut bisa kita atur kembali.

5. Pengorbanan, itu yang sedang kita lakukan sekarang

Tidak pernah ditanya dan juga tidak pernah dibahas jika kita sedang bersama, “apa saja pengorbanan yang pernah kita lakukan???” Pengorbanan merupakan rahasia yang tidak pantas untuk diceritakan. Dan untuk menjaga rahasia tersebut perlu pengorbanan tersendiri.

Bicara masalah pengorbanan, itu yang sedang kita lakukan sekarang.

Terima kasih sahabatku..

Penulis :

Cornelio Aniceto
Mahasiswa Arkeologi Semester 8, UGM
Obrigado

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s