Bukannya Aku Memalingkan Wajah Saat Bertemu, Hanya Saja Aku Belum Kuat Untuk Menatapmu

Menatap mata seseorang yang pernah kita cintai setelah sekian lama tidak bertemu, pernah ngalamin gak? Kalau belum pernah ngalamin, coba banyangin aja dulu. Kira-kira apa tu yang pertama dirasain.  Uda kebayang belum, kira-kira apa yang dirasain,, yaa pastinya rada gerogi dikit. Maklum ya lama ga ketemu, selain karena lama gak ketemu, juga karena orang yang kita ketemu ini adalah orang yang dahulu pernah ada mengisi hati kita. Perasaan yang sama gak hanya dirasain oleh wanita. Kaum pria justru yang paling banyak terlihat tidak kuat ketika berhadapan dengan wanita yang pernah dia cintai. Sebagai kaum lelaki, penyebabnya sepele karena kita dominan, maka wajar kita tak nyaman ketika terjadi penolakan.

Namun wanita juga sebaiknya mengerti bahwa pria tidak akan pernah mudah melupakan seorang wanita yang pernah mengisi relung hatinya. Yaaa, lebih tepatnya relung dan palung hatinya yang terdalam. Ini bisa terlihat jika air mata lelaki akan jatuh dengan ringan bila melihat wanita yang pernah dikasihinya memilih pergi dan telah bersama pria lain. Sebagai lelaki, kita akan sangat terpukul dan bahkan bisa berbulan- bulan atau bertahun- tahun menghabiskan waktu hanya untuk bisa melupakan dia. Di sini ni biasanya mental, hati, dan pikiran seorang lelaki akan ditantang oleh dirinya. Berani gak ngikhlasin cintanya pergi dan berlalu. Buat para lelaki, bukan keadaan yang mudah itu.

Pada titik ini pula, kehidupan seorang pria akan memasuki tahap pembaharuan, jika ia tegas dan punya prinsip maka dapat dipastikan dia akan berhasil. Jika tidak juga sudah dipastikan dia butuh waktu yang lebih lama untuk berhasil, bukan gagal. Alkohol dan nikotin terkadang harus mendekap lebih lama pada diri lelaki yang memasuki tahap ini, padahal dalam dirinya uda ada keinginan untuk berhenti total.

Sekali lagi gengs, kita sebagai lelaki hanya bisa membuat prinsip di dalam pikiran kita, namun dengan hati nampaknya tak ada prinsip.

Kita mungkin bisa melihat banyak wanita cantik yang lain, namun di saat yang bersamaan juga kita telah paham bahwa ketulusan kita tidak terletak pada dia.

Maka wajar ketika aku memalingkan wajahku saat bertemu denganmu. Namun bukan berarti aku tak berani melihatmu, hanya saja aku takut matamu mempertontonkan cinta yang lain. Karena aku sangat mencintaimu.

Namun jauh di dalam lubuk hatiku, aku selalu berharap jalan hidup dapat menuntun langkahku. Mendekap perubahan positif dalam diriku sehingga memantulkan harapan semesta yang baru. Suatu harapan yang lama tersimpan dan lama terbawa, yakni kembali bersamamu. Bukan sebagai pengulangan yang terindah, akan tetapi sebagai teman hidup yang hakiki.

Oleh : Cornelio Aniceto

Pecinta humoris yang baru aja mandangin foto kamu

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s