Tuhan, Mengapa Kau Meninggalkan Tempat Itu?

Kebenaran, apa itu sebenarnya? Tanyakanlah pada diri kita sendiri. Pernahkah kita mengada ke udara sambil bertanya dalam hati, apakah ini jalan yang terbaik? Sebab apabila kita telaah lebih jauh, maka kebenaran adalah segelintir karunia Tuhan yang telah dipermainkan manusia.

Tatkala kepentingan akan kemenangan telah bersimbah melalui darah. Tatkala keegoisan telah mempermainkan nasib rakyat yang tidak berdosa. Hanya kebenaran yang dijadikan alasan, hanya kebenaran yang dijadikan balasan. Bukan menegok kebelakang dan kembali merenung akan kebaikan sejarah yang telah terbalas. Bukan terdiam untuk berpikir apakah perjuangan ini akan baik untuk kepentingan bersama.

Air mata dan kesedihan telah terulang lama di tanah itu, Timor Lorosae. Air mata dan ratapan akan seorang pengembara yang hilang tak pernah kembali. Akan seorang anak yang mencari leluhurnya, akan seorang ibu yang menangis menahan tangisan kesengsaraan. Akan anak muda yang gagal dalam hantaman sejarah, akan cerita masa lalu yang sudah gusar dan bimbang menentukan sikap.

Ketika permainan dimulai, rakyat tak menahu menjadi sasaran doktrin akan semunya kebajikan. Jauh di desa, jauh di kota, perbedaan tempat, dua perbedaan keadaan. Penerapan permainan yang katanya elegan berdampak luas pada perbedaan pemahaman masyarakat madani di perkotaan. Pecah sudah, dimulai sudah, tak ada yang terima namun ada pula yang berusaha menerima. Akan cerita ,Tuhan telah mendengar betapa menyiksa hati yang tersayat.

Rantau ditanah orang, rantau di tanah mantan. Jika ada lagu cinta yang mengutarakan kalau mantan kekasih tidak baik, maka sejenak lupakanlah lagu itu. Bukan tidak terima, bukan tidak menerima. Kebenaran telah memposisikan diri dalam posisi tersudut, yang coba dipahami oleh luapan perjuangan penuh gusiran. Seperti sajak lirik Ismali Marzuki, penuh lembut mendengungkan keajaiban Tuhan. Berlatih keikhlasan dan berusaha berdamai dengan nasib.

Oleh : Cornelio Aniceto
Pecinta humor yang masih selalu setia kepoin kamu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s