Jika Cinta Sejati Adalah Meninggalkan, Mengapa Keinginan Kembali Selalu Muncul?

Saat hati tak bertemu dengan isyarat nurani, maka sakit hati tentu akan muncul. Jika memang kamu bukanlah yang terbaik yang dikirimkan Tuhan untuk aku, mengapa saat ini kamu kembali datang dalam perasaanku? Telah lama namamu ku biarkan pergi bersama cinta yang terlampau dalam. Dan telah lama pula cintaku ku biarkan terbang terlempar dalam cakrawala yang tak bertuan.

Gerangan apa perasaan ini kembali? petunjuk apa yang kamu pegang? Jika memang jawabannya Doa, mengapa datangnya kamu membawa bayangan kebencian. Apa betul kata masa muda terdahulu, kalau cinta dan benci itu bedanya tipis rasanya juga tipis. Lalu apa sebenarnya definisi dari cinta itu sendiri?

Meninggalkanmu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Meninggalkanmu adalah kesengsaraan hidupku yang sebenarnya itu tak harus ku lakukan. Aku memilih pergi karena aku tau dunia punya takaran sendiri dalam memberi arti tentang cinta. Aku memilih pergi karena aku tau uang sepuluh ribu dikantongku tak akan menjamin kebahagiaan hidupmu yang hakiki. Namun semua sudah terjadi, mungkin kau pernah bertanya mengapa saya ini bisa cinta dengan kamu. Cobalah kau tengok isi hatimu, seperti itu juga isi hati saya.

Definisi meninggalkan dalam cinta sejati adalah definisi yang dipegang oleh kaum yang kalah dalam urusan cinta. Kalau saja saya menang, tentu cinta sejati berarti saling memiliki. Jelaslah pengertian tersebut. Namun apakah kaum yang kalah tidak memiliki cinta sejati? Coba renungkan sejenak pertanyaan ini. Tentu jawabannya pastilah tidak. Kaum yang kalah adalah pemegang kunci bagi hidupnya arti cinta sejati.

Cinta sejati itu hidup. Berbahagialah orang yang tak melihat namun percaya, demikian ajaran religius menghibur aku dalam memaknai cinta. Seseorang yang telah meninggal pun tentu dalam hidupnya meninggalkan banyak hal. Salah satunya juga cinta sejati. Meskipun dalam hidupnya ia adalah golongan kaum pemenang dalam hal cinta, toh tetaplah sama nantinya yang ia rasakan dengan golongan yang kalah tadi. Yang membedakan hanyalah prihal waktu saja, kapan cinta sejati itu pergi dan kapan cinta sejati itu datang?

Karena sejujurnya cinta sejati adalah kehidupan yang terus berjalan dan meninggalkan banyak pemain di setiap jamannya. Apakah kita adalah salah satu dari pemain tersebut? Semua itu tergantung kepada cara kita menerjemahkan apa arti cinta sejati tersebut.

Oleh : Cornelio Aniceto
Pecinta humoris yang baru aja mandangin foto kamu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s