Panggilan Hati Untuk Melangkah Maju : Saatnya Tiba

Ya, hampir seperti hari-hari kemarin dan masih tetap sama. Hari-hari yang membosankan dan tidak ada aktivitas yang pasti. Ingin rasa keluar dari zona yang tidak nyaman ini. melihat di sekitar, detik dan menit yang saling beradu tanpa kenal berhenti.

Mulai perlahan dan pastikan langkah kaki. Sayu muka lambai harapan. Susah di depan mujur di hilir. Usaha bak sebuah kepastian yang tidak membutuhkan pilihan lain. Hanya usaha dan doa yang menjadi panutan penuh dalam melangkah maju. Panggilan hati untuk maju adalah naluri setiap insan sebagai pertanggungjawaban hidup di semesta ceria.

Tanpa paksaan dan seharusnya begitu ketika hati ini sudah muak untuk sekedar berdiam diri. Setiap orang tentu ingin sukses dalam meniti karir. Hal yang klasik namun sangat beralasan karena sebagai awal dalam menggapai mimpi dan cita-cita yang sangat lumrah terjadi. Bak sebuah goresan dalam kertas putih yang berarti. Seandainya saja bisa ku pilih jalan hidup yang indah, maka tentu yang terjadi adalah yang terbaik.

Panggilan hati merupakan reflek dari tatapan mata yang coba ditangkap oleh pikiran untuk melangkah. Setidaknya dalam mengambil opini untuk ditindaklanjuti sebagai suatu pilihan sikap. Realita yang terjadi mencerminkan hidup yang tak berarti saat diam hanya diam tanpa suatu tindakan. Mata yang terbuka telah berulang kali melihat peristiwa yang berujung kemelaratan akan hidup yang hanya berpangku tangan tanpa usaha. Untuk itu, panggilan hati hadir sebagai sebuah suara hati yang tidak pernah berbohong.

Insan manusia kadang dalam hidup terdapat ambisi dan target yang selalu ingin dikejar. Sangatlah wajar hal tersebut, akan tetapi perlu diimbangi dengan berbagai pertimbangan dunia dan realita yang sedang terjadi. Jika berdiam diri dianggap sebagai pilihan yang tepat, maka tidaklah merugi jika hal tersebut dilakukan. Hanya saja jika hanya berdiam diri tanpa suatu sikap untuk melangkah maju, nah hal tersebut yang perlu dipertanyakan. Alasannya sederhana, ngapain coba, gak maju-maju.

Sikap, pilihan, dan suara hati merupakan suatu kesatuan yang terkadang saling bertengkar jika tidak diimbangi dengan doa. Namun, sekali lagi manusia hanya bisa berencana, akan tetapi tetaplah Tuhan yang menentukan.

Oleh : Cornelio
Pecinta Humoris yang Baru Aja Mandangin Foto Kamu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s