Untuk Kegamangan Hati dalam Sebuah Penantian

Dalam ruang cinta yang berderu, aku tau bahwa dirimu adalah bayangan yang tak tersentuh. Dalam ruang rindu, mimpiku selalu hadir untuk mengatakan bahwa dirimu adalah penantian. Entah sadar atau pun tidak, begitulah seluruh hasyrat ini telah bersikap.

Ini bukan sekedar cinta yang datangnya indah namun pergi dengan sebuah tanda tanya. Ini bukan sekedar keberanian yang hanya perlu pembuktian tanpa hancurnya keikhlasan. Semua ini tentang kejujuran akan sebuah kebenaran. Tentang perasaan seorang pengembara yang mencari arti cinta dalam sebuah petualangan. Dalam kesendiriannya,”dia bertanya”, Di mana Cinta yang selama ini dimuliakan oleh dunia?
Jejak kehidupan boleh berlalu, namun tidak dengan hati seorang insan yang mencinta. Jejak perasaan bisa berlalu namun tidak dengan sosok yang dicinta. Masih tetaplah sama, yakni Dia, masih tetap dia yang pernah hadir dalam bayangan pembawa semangat. Siapakah Dia itu? Bayangnya hadir di tempat yang istimewa, yang bisa menyediakan kenikmatan dunia di pusat kota, tapi itu tidaklah terjadi pada cinta dan kerelaan dalam menanti.

Dalam bayangan ini, sujudku ku persembahkan pada pemilik dunia. Harapan ini semoga berujung bahagia dan jikalau tidak tolong berikan pengampunan pada jiwa yang sempat mendusta. Kesadaran akan sebuah kehidupan berawal dari penantian yang berujung suka atau pun sebaliknya berujung duka. Tidak pernah merasa dikecewakan oleh dunia, hanya saja tidak bisa memberikan yang terbaik pada pemilik dunia. Jika dia memang cinta, maka semestinya dia akan datang dan mencinta. Jika dia memang sayang, maka semestinya dia rela berjuang dalam sebuah perjuangan cinta sejati. Satu sayang seribu sesal, hamba tidak bisa melakukan cinta dalam pergolakan dunia.

Hanya dalam hati bisa berkata cinta, tapi datangnya sebuah hasil pembuktian tetap tergantung pada si yang empunya hati. Waktu bisa lama dalam menanti, perasaan bisa rela menunggu sangat lama dalam menanti, akan tetapi jika pemilik dunia menghendaki suatu perbedaan, maka begitulah jalannya. Tidak pernah menyesal, semua pasti ada hikmah yang bisa dipelajari.

Pria yang mencinta menaruh hati pada seorang wanita, dia berjuang dan terus menanti. Yang pada akhirnya tidaklah sampai perasaan itu pada hasyat yang diidamkan. Kini hanya bisa diam, yang sedang berujung pada sebuah kerelaan dalam melepaskan cinta di tengah dunia dan hati yang tak punya alasan untuk mencinta.

Oleh : Cornelio
Pecinta Humoris yang Baru Aja Mandangin Foto Kamu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s