Gelap : Langkah Kecil di sebar Lagi

Tulisan ini hadir untuk menanggapi perasaan cinta yang ingin dijawab oleh sebuah pertemuan. Tentang dia dan juga tentang cinta yang kata hati memanggil namanya. Ya sekali lagi mencoba, berharap indah pada akhirnya. Aku bukan pengemis harapan yang mengais kasih di balik reruntuhan hati.

Tak khayal dirimu tak lekas juga pergi dari suara hati ini. rangkaian kata indah selalu mengantar ditemani anggun parasmu. Alasan sederhana bagi seorang pria yang sudah lama menaruh hati kepada wanita yang disukai. Derita hati seorang petualang yang terpisah kota dari sanak saudaranya. Rintihan kehidupan seorang pemuda yang mencoba menata hati merangkai asa kehidupan.

Jika Tuhan memberikan pengampunan pada jiwa yang bertobat, setidaknya alam pun menaruh hati pada harapan seorang anak yang kehilangan. Segalanya tentang dia adalah cerminan semesta di pinggir jalan yang menghubungkan asa dan perasaan ingin tau. Jika kau ingin tau, keluarlah pada hari itu, mungkin saja aku lagi lewat di depan semesta itu.

Mendekati kamu saat ini kembali aku lakukan dengan bantuan seorang teman. Ya teman tersebut pernah menyampaikan salam dariku dan juga beberapa ungkapan cinta. Dari segalanya yang membuat aku bahagia adalah jika bertemu, maka tenanglah hati ini. Boleh donk aku berharap ya. Tuhan, mungkin hamba acap kali lalai menjalankan perintah ajaranMu. Namun, untuk ini tolong Tuhan lancarkan permintaan pertemuan ini.
Aku tak tau, terus terang kata dan tempat di mana kita akan bertemu. Aku hanya mengajak lewat teman tersebut. Dan bila esok hari kamu setuju, maka tempat juga kemudian ditentukan. Ya begitulah harapan ini. Namun sekali lagi, tak ada yang bisa menerka dengan pasti. Keputusan itu hanya ditanganMu ya Tuhan. Lapangkanlah hatinya untuk bertemu dengan saya

Namun jika tidak, maka mungkin saja lembaran gelap ini akan aku paksa berakhir. Ya Tutup buku, dan mengisi ulang dengan buku baru dan juga tinta cerita yang baru. Karena jujur, dirimu sudah begitu kudambakan dan sangat. Aku yang menaruh cinta di hatiku, jika kamu enggan mengambilnya, tidak masalah, aku akan ambil cinta itu kembali.

Aku tak bisa berjanji banyak tentang perasaan ini. Namun yang aku tau, sebelum statement penolakan benar benar aku dapatkan dari padamu, maka sebelum itu juga aku belum mundur.

Oleh : Cornelio
Pecinta Humor yang Baru Aja Mandangin Foto Kamu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s