Ibu Teresa, Cinta Kasih, dan Motivasi bagi Kita

Ibu Teresa identik dengan pembawa cinta kasih di tengah kaum miskin yang tertindas. Di Kalkuta, salah satu kota di India yang penuh dengan rakyat tertindas, kelaparan, dan hanya tinggal menunggu waktu menghadap Ilahi. Dari sanalah karya dan bukti pelayanan cintaNya dapat kita pelajari sebagai simbol kasih Allah dalam diri kita.
Menolong merupakan suatu kewajiban bagi kita manusia. Ibu Teresa lahir sebagai pemberi suri tauladan bagi para remaja seperti kita. Dalam kehidupan dunia yang penuh gejolak, kita diperingati untuk tidak melupakan sesama kita yang berkekurangan (fisik, mental, hingga makanan). Menolong dalam situasi dunia saat ini juga dituntut untuk bersikap tanpa pamrih. Tidak mencari nama, jabatan, bahkan pengakuan dalam masyarakat.

Di tengah pengaruh jaman yang semakin maju saat ini, era teknologi dan komunikasi seharusnya juga dapat dipergunakan untuk lebih lagi intensif dalam membantu sesama yang tertindas. Di berbagai belahan dunia, dalam sekejap kita dapat melihat semua yang terjadi, termasuk penindasan dan peperangan antara suku bangsa. Namun di balik semua itu, panggilan untuk melayani orang miskin merupakan suara hati yang telah dibuktikan oleh Ibu Teresa.

Berikut beberapa ungkapan Ibu Teresa yang berhasil penulis gali selama Karya Pewartaannya s hidupNya di dunia:

1. Aku harus meninggalkan biara, untuk menolong kaum miskin dengan hidup bersama mereka.

2. Anak-anak adalah sinar pantulan kehidupan Ilahi.

3. Orang yang membuat terlantarnya hidup anak-anak yang tak mampu menolong dirinya sendiri itu boleh dikatakan tidak hanya pembunuh saja tetapi jatuh dalam pendewaan terhadap diri sendiri dan tidak memuji Allah.

4. Kalau ada yang membelakangi kaum miskin berarti anda membelakangi Kristus sendiri. Kristus telah membuat dirinya lapar, telanjang, dan tak beratap, supaya kita sempat mengasihi Dia dalam diri kaum miskin.

5. Kepekaan rasa adalah kebutuhan dunia yang paling mendesak.

6. Love as I Loved You ; Hendaklah kamu mengasihi sebagaimana aku telah mengasihi kamu.

7. Janganlah orang yang datang kepadamu dibiarkan pergi dalam keadaan yang tidak lebih baik dan bahagia.

8. Anda harus berani melepaskan sesuatu yang anda kasihi. Dengan demikian pemberian anda akan berkenan dan berharga di hadapan Allah.

9. Mereka sudah hidup seperti hewan. Hendaknya mereka meninggal sebagai manusia.

10. Kesucian sejati adalah melaksanakan kehendak Tuhan dengan tersenyum tanpa berpura-pura.

Oleh : Cornelio
Pecinta Humor yang Baru Aja Mandangin Foto Kamu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s